Aremania dengan mengususng nama Komunitas Bola Indonesia kembali bersama2 kelompok supporter lain mengguncang Jakarta. Berikut beritanya dari jawa pos.
Aksi Belum Berhenti
Demo Suporter Tak Dapat Tanggapan PSSI
JAKARTA – Nurdin Halid harus turun dari kursi ketua umum PSSI. Demikian pula jajaran pengurus teras otoritas sepak bola nasional tersebut. Suara lantang itu kembali didengungkan Kelompok Suporter Indonesia (KSI) dalam demonstrasi yang dilakukan di Jakarta kemarin (12/5).
Sesuai dengan janjinya, KSI memang kembali turun ke jalan. Disokong sekitar sepuluh elemen suporter yang ada di Indonesia, KSI melakukan orasi di tiga tempat. Mereka mengawali aksi di depan Istana Negara, lalu di Kantor KONI, dan terakhir di Kantor PSSI.
Seperti demo pertama pada 25 Maret lalu, agenda yang mereka usung kemarin pun tak jauh berbeda. Mereka menginginkan adanya revolusi di tubuh PSSI. Karena itu, para suporter mendesak PSSI untuk segera mengadakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
“Saat ini bukan lagi waktu bagi PSSI untuk merencanakan munaslub. Tapi, mereka sudah harus melaksanakan agenda munaslub,” tegas Faisal Abdillah, koordinator aksi yang juga Korwil Aremania Kampus Putih.
Ketika melakukan orasi di Kantor KONI, KSI diterima Ketua Komisi Hukum KONI Umbu Samapaty. Wakil KONI tersebut menyambut baik aspirasi yang disuarakan para suporter Indonesia.
Bahkan, KONI berjanji untuk terus memonitor gerak PSSI. “Aspirasi teman-teman suporter sudah sesuai dengan prosedur Undang-Undang Sistem Keolahragaan. Sebagai masyarakat, mereka (suporter) memang punya hak untuk mengawasi jalannya organisasi olahraga,” terang Umbu.
Sambutan baik di KONI ternyata tak berlanjut di PSSI. Saat melakukan aksi di Kantor PSSI, tak seorang pun petinggi induk organisasi sepak bola Indonesia itu mau menemui para suporter. Hanya seorang pengurus biasa bernama Timi Setiawan yang keluar untuk menemui para suporter. Ini tentu berbeda jauh dengan saat demo pertama lalu.
Para suporter saat itu ditemui Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes. Kontan, dengan hanya ditemui Timi, para suporter merasa kecewa. Akibatnya, mereka sempat mengecek ke dalam Kantor PSSI untuk memastikan apakah para petinggi PSSI ada di dalam. Namun, wakil Jakmania (suporter Persija Jakarta) dan Benteng Mania (Persikota Tangerang) yang masuk ke dalam menemukan fakta nihil.
“Tapi, perlu diingat, sebuah perjuangan tidak ada yang sia-sia,” tandas Faisal. “Kami akan bersiap untuk melakukan aksi yang lebih besar. Kami akan tunjukkan kepada PSSI bahwa suporter punya kekuatan untuk memperbaiki sepak bola Indonesia,” sambung Richrad Ahmad, anggota presidium Jakmania.
KSI akan memanfaatkan laga uji coba Timnas Indonesia kontra Bayern Munchen pada 21 Mei nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk melakukan aksi lanjutan. “Kami tidak ingin sepak bola Indonesia semakin mengalami kemerosotan. Karena itu, kami akan kembali bergerak demi perbaikan sepak bola Indonesia,” seru Yuli Sumpil, dirigen Aremania. (fim/diq)
PSSI, kapan kau sadar kalo Nurdin itu dah ga pantes jadi ketum PSSI?